Serafim menjawab, "Karena daddy dan mummy sudah mengasihiku maka aku taat."
Puji Tuhan, malaikat kecilku mulai memahami kebenaran tentang ketaatan.
Ketaatan sejati adalah ketika seorang hamba melakukan perintah tuannya karena hamba tersebut telah merasakan kebaikan tuannya. Yang menggerakkan hamba tersebut untuk taat adalah karena rasa hormat dan segan kepada tuannya yg sudah memelihara kehidupannya.
Sementara ketaatan semu terjadi tatkala seorang hamba taat pada tuannya agar menarik simpati tuannya agar makin sayang padanya. Hamba tersebut sedang memanipulasi kebaikan tuannya. Dia berharap dengan makin taat pada perintah tuannya maka dia akan mendapat keuntungan lebih banyak.
Kristus Yesus sudah mengajarkan ketaatan sejati, Tuhan Yesus taat hingga mati, Mati untuk menebus dosa manusia, Ketaatan tanpa syarat kepada Allah Bapa dengan manifestasi pengorbananNya di kayu salib bukan didasari keinginan agar manusia berbuat baik kepada Allah, tetapi semata-mata karena Dia mengasihi manusia.
Sementara yg lain mengajarkan ketaatan untuk mencari perhatian Allah guna mencurahkan kasihNya, sebaliknya orang-orang Kristen tebusanNya melakukan ketaatan karena sudah mendapatkan kasihNya.
Bagaimana dengan anda? Apa motivasi anda ketika sedang taat menjalankan hukum-hukumNya?