Translate

Translate

Thursday, 2 April 2015

Safety

Safety is not the absence of danger but the presence of God (Jeanette Windle)
"Keselamatan bukan berarti tak hadirnya bahaya tetapi berarti hadirnya Tuhan.

Sesungguhnya setiap manusia sedang mencari atau bahkan menciptakan keselamatan. Sebagai orang Jawa, kata 'selamatan" sudah tidak asing lagi bagi saya. Dalam tradisi Jawa, manusia mendapatkan upacara selamatan hampir di sepanjang hidupnya. Ketika baru lahir, orang tuanya mengadakan selamatan, ketika mulai belajar berjalan, selamatan lagi. Menginjak usia sekolah dasar, seorang bocah disunat, dilakukan selamatan lagi, bahkan kalo sering sakit-sakitan, perlu selamatan sekaligus mengganti nama untuk membuang sial. Ketika dewasa pun ketika mendapat pekerjaan baru ataupun menempati rumah baru, juga selamatan. Bahkan ketika sudah meninggalpun, keluarga yang ditinggalkan masih juga membuat acara selamatan 40 hari, 100 hari dan 1000 hari. Benar-benar ribet. Semua upacara selamatan itu demi utk menghindari
kan diri dari "sang Kala" alias si pembawa sial, menghindarkan diri dari bahaya. Betapa malangnya manusia ketika berpikir bahwa keselamatan dirinya bisa dibeli dengan semua sesembahan itu. Ketika ada syarat yang tidak lengkap saat melakukan upacara selamatan, maka tidak lengkap pulalah keselamatan yg bakal diterimanya. Maka saat menjalani hidup pun terasa selalu ada kekuatiran.
Maka betapa beruntungnya orang-orang yg telah ditebus oleh darah Kristus. Keselamatan yg telah Kristus berikan dengan mengorbankan diriNya mati di kayu salib sangat sempurna hingga cukup sekali saja seseorang menerimanya, dan itu akan berlaku seumur hidupnya bahkan hingga kekekalan.
Maka sangat nampak sekali perbedaan kualitas hidup seseorang yg memiliki Tuhan dengan orang yg hanya memiliki "tuhan-tuhanan".
Milikilah Kristus sebagai Juru Selamat Pribadi, maka bahaya apapun yg kita alami dalam hidup ini tak akan pernah sebanding dengan kasihNya yang tiada bersyarat.

Selamat hari JUMAT AGUNG.